Manajemen keuangan yang baik adalah kunci untuk membuat bisnis Anda tumbuh dan berkembang. Dengan manajeman keuangan yang baik maka usaha akan terhindar dari kerugian finansial, dan usaha dapat terjaga kestabilan keuangan serta terjadinya peningkatan profitabilitas usaha.
Pentingnya manajemen keuangan dibahas dalam kegiatan pelatihan pembukuan sederhana bagi usaha mikro dan usaha kecil yang dilaksanakan oleh DiskopUKM di Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Centre pada Sabtu, 3 agustus 2024.
Manajemen keuangan sebagai perencanaan usaha dapat terjadi apabila pelaku usaha melakukan perencanaan keuangan dan anggaran seperti menghitung kebutuhan modal usaha dan memiliki akses permodalan yang baik yang tidak memberatkan usaha, menghitung modal kerja yang akan digunakan dalam kegiatan usaha yang meliputi siklus operasi, siklus produksi dan siklus piutang.
Adapun tahapan manajemen keuangan UMKM yang baik yang pertama adalah mengevaluasi kondisi keuangan saat ini dimana pencatatan keuangan yang baik dapat berguna untuk mengevaluasi pengembangan usaha dan memudahkan Anda memperoleh akses permodalan. Selain perlu dicatat direkap secara rutin, pencatatan arus keuangan usaha ini dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital/ nontunai agar lebih mudah dimonitor. Dengan begitu Anda bisa mengetahui kondisi keuangan usaha dari setiap bulannya Seandainya diketahui terdapat penurunan Anda pun bisa segera merancang strategi yang baru.
Selanjutnya pelaku usaha harus mengontrol dan mengawasi arus kas dengan tujuan untuk mengecek laba dan rugi dari bulan ke bulan serta menghindari adanya ketidaksesuaian pencatatan keuangan dan risiko keuangan lainnya. Pelaku usaha juga perlu memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha karena apabila tercampur maka dapar menyulitkan pengecekan dan penilaian kondisi keuangan bisnis secara akurat, sehingga menyulitkan pengendalian aktivitas keuangan usaha. Tahap keempat adalah pelaku usaha harus memiliki dana Cadangan untuk menghadapi keadaan darurat dengan mengidentifikasi kemungkinan risiko untuk menentukan jumlah dana yang perlu dicadangkan.
Tahapan kelima adalah merencanakan proteksi diri dan usaha dimana Sebagus apa pun performa usaha apabila tidak mempersiapkan dana protesksi pribadi dan usaha untuk risiko yang mungkin datang tiba tiba tentu akan berimbas pada keberlangsungan usaha. Risiko-risiko ini dapat diproteksi dengan bekerjasama dengan perusahaan asuransi baik swasta maupu negri dan membayar premi sejumlah tertentu.
Tahap keenam adalah membuat target dan rencana penjualan yakni dengan mempelajari pasar dan kenali pelanggan untuk menetapkan target penjualan yang SMART (Spesifik Terukur Dapat dicapai Relevan Berbatas waktu). Selain itu pelaku usaha perlu membuat strategi penjualan yang mencakup metode penjualan saluran distribusi dan promosi serta memantau dan mengevaluasi kinerja penjualan secara berkala, membandingkan dengan target dan keseuaian rencana.
Tahap selanjutnya adalah pelaku usaha perlu mengelola hutang dengan baik. Berutang hanya untuk kepentingan produktif ekspansi usaha membangun toko membeli kendaraan untuk berjualan dan lain sebagainya Maksimal total cicilan utang disarankan tidak melebihi 30 dari pendapatan bulanan Ini termasuk bunga dan pokok utang, Serta Hindari meminjam dari lembaga keuangan ilegal karena mereka tidak terdaftar atau diatur oleh otoritas resmi sering kali mengenakan bunga tinggi dan syarat tidak adil Pilihlah lembaga yang terdaftar untuk keamanan dan transparansi. (ARA)