Provinsi Kepulauan Riau berada dalam letak geografis yang sangat strategis. Visi Pembangunan Kawasan BBK tahun 2023-2024 adalah menjadikan Kawasan BBK sebagai hub logistic internasional untuk mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata yang terpadi dan berdaya saing. Visi pembangunan ini tertuang dalam Perpres No 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.
Adapun wilayah Karimun sebagai pusat kegiatan industri maritim, industri penampungan minyak, industri teknologi pertanian, industri pengolahan hasil laut dan pariwisata. Kota Batam adalah sebagai Hub logistik internasional, industrikedirgantaraan, industri ringan dan bernilai ringgi, industri digital dan kreatif, pusat perdagangan internasional dan keuangan, dan pariwisata kesehatan yang terintegrasi. Kota Bintan sebagai pusat kegiatan pariwisata internasional, industri Maintenace, Repair, and Overhaul (MRO), industri alumina, industri pengolahan makanan, industri pertahanankedirgantaraan, dan industri olahraga. Adapun Kota Tanjungpinang sebagai pusat wisata warisan budaya Melayu-Tiongkok, industri halal, industri perikanan dan pusat bisnis.
Berdasarkan data yang bersumber dari DISKOPUKM, volume ekspor Provonsi Kepri menurut pelabuhan utama periode Januari hingga Mei 2023 dan Januari hingga Mei 2024 berada diangka signifikan.
Pelabuhan Tanjung Balai Karimun volume dalam ton periode Januari-Mei 2023 mencapai 4.339,27 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 1.095,31, periode Januari-Mei 2024 volume ekspor dalam ton mencapai 4.142,54 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 483,54. Pelabuhan Kabil/Panau volume dalam ton periode Januari-Mei 2023 mencapai 2.225,47 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 501,51, periode Januari-Mei 2024 volume ekspor dalam ton mencapai 2.693,66 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 1.097,62. Pelabuhan Tarempa volume dalam ton periode Januari-Mei 2023 mencapai 1.015,48 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 495,84, periode Januari-Mei 2024 volume ekspor dalam ton mencapai 804,48 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 469,06. Pelabuhan Belakang Padang volume dalam ton periode Januari-Mei 2023 mencapai 647,82 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 1.066,50, periode Januari-Mei 2024 volume ekspor dalam ton mencapai 679,52 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 942,53. Dan pelabuhan Batu Ampar volume dalam ton periode Januari-Mei 2023 mencapai 753,90 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 4.335,77, periode Januari-Mei 2024 volume ekspor dalam ton mencapai 608,02 dengan nilai ekspor dalam juta US$ 3.704,04.
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa para pelaku usaha UMKM memanfaatkan letak geografis Provinsi Kepri yang mana di setiap wilayah dengan pusat kegiatan industri memaksimalkan peluang yang ada serta kawasan Batam yang merupakan pusat transportasi di Pelabuhan Sekupang, Port City Hub di Pelabuhan Batu Ampar, Hub logistik internasional di Pelabuhan Tanjung Sauh, pelabuhan berbasis pasok di Pelabuhan Kabil, dan Aerocity di Bandara Hang Nadim yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha UMKM. (ARA)