Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau

Kenali Potensi UMKM Sektor Investasi di Provinsi Kepulauan Riau

Dikalangan wisatawan, Kepulauan Kepri bukanlah Provinsi yang asing, melainkan salah satu Provinsi yang menjadi tujuan wisatawan untuk melancong atau berwisata. Bagaimana tidak, Provinsi Kepri terkenal dengan keindahan pulau dan pantainya. Tak hanya itu Lokasi yang strategis juga menjadi salah satu penunjang wisatawan banyak datang ke Provinsi Kepri.

Namun tak kalah dari sektor pariwisata, potensi investasi di Provinsi Kepri layak untuk dilirik dan diapresiasi. Salah satunya adalah Batam Aero Technic. Batam Aero Technic adalah fasilitas perawatan pesawat (Maintenance, Repair, Overhaul /MRO) maskapai penerbangan nasional maupun internasional miliki Lion Air Group. Batam Aero Technic baerada di kompleks Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Realisasi Investasi yang sudah digelontorkan adalah sebanyak Rp. 797 miliar hingga 2023 dan jumlah tenaga kerja terserap 1.910 orang hingga tahun 2023.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT) menargetkan realisasi investasi terus tumbuh ke depannya. KEK yang memfokuskan usahanya pada layanan hanggar dan bengkel pesawat ini menetapkan target investasi mencapai Rp 7 triliun pada 2030.

Image 7
Image 1
Image 2

Tak hanya Batam Aero Technic, Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024. KEK yang berada di Pulau Tanjung Sauh, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau memiliki luas 840,67 hektar dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 366.087 orang hingga 2053. Pengembangan KEK Tanjung Sauh ini juga diharapkan akan mampu memberikan kontribusi kepada PDRB Kepulauan Riau mencapai Rp 166,81 triliun secara komulatif.

Image 3
Image 4

KEK Tanjung Sauh memiliki rencana bisnis produksi dan pengolahan, pengembangan energi, serta logistik dan distribusi. Di KEK ini akan dikembangkan industri komponen elektronik (PCB, RFID, GPS, CCTV, dan Semikonduktor), industri perakitan produk elektronik, Dari segi pelabuhan, keberadaan pelabuhan di KEK Tanjung Sauh di antara Batam dan Bintan menjadi jembatan penting untuk mobilisasi logistik antara Kepulauan Riau dengan pasar nasional dan dunia internasional. Lebih lanjut, KEK Tanjung Sauh juga akan berperan sebagai Gateway Port yang modern, mampu menampung hingga 5 juta TEUS, dan menjadi pusat logistik di wilayah antara Batam dan Bintan (Sumber: Kek.go.id).

Selain itu ada pula KEK Bintan Galang Batang yang merupakan industry pengolahan smelter bauksit dan KEK Batam Nongsa Sigital Park yang merupakan IT Hub Bridge Indonesia ke Singapura maupaun mancanegara.

Image 5
Image 6

Dengan fasilitas dari sektor investasi yang ada di Kepulauan Riau seperti salah satunya KEK Tanjung Sauh yang menjadi jembatan logistic antara Kepulauan Riau dengan pasar nasional dan dunia internasional dapat mempermudah bagi para pelaku usaha UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Yang mana pemasaran produk bisa menembus skala internasional. Dengan adanya fasilitas melalui sektor investasi ini diharapkan para pelaku usaha untuk mengoptimalkan metode pemasaran, mutu produk dan mutu pelayanan agar UMKM bisa go internasional mengingat askes untuk go internasional sudah didepan mata. (ARA)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top